CCTV Bongkar Dugaan Uang Perangkat Desa Diambil Oknum Kades Linggawangi, Warga Desak Mundur

Kab. Tasikmalaya, kabarhariininews.com – Dugaan penyalahgunaan jabatan kembali mencoreng pemerintahan desa di Kabupaten Tasikmalaya. Oknum Kepala Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, diduga nekat mengambil uang milik perangkat desa. Ironisnya, aksi tersebut disebut-sebut terekam jelas kamera pengawas (CCTV) di lingkungan kantor desa.

Kasus ini langsung memantik kemarahan warga. Sejumlah masyarakat mendatangi Kantor Desa Linggawangi dan menggelar aksi damai sebagai bentuk protes. Dalam tuntutannya, warga mendesak agar kepala desa yang bersangkutan segera mundur dari jabatannya karena dianggap telah mencederai kepercayaan publik.

“Kalau benar seorang pemimpin mengambil hak bawahannya sendiri, ini sudah keterlaluan. Kami minta mundur,” ujar salah seorang warga di lokasi aksi.

Saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (8/5/2026), salah satu perangkat desa yang mengaku menjadi korban membenarkan adanya dugaan pengambilan uang tersebut. Menurutnya, peristiwa itu bukan sekadar isu liar, melainkan memiliki bukti kuat.

“Benar adanya Pak, uang milik kami sebagai perangkat desa itu diambil oleh Kepala Desa. Bahkan kejadian itu terekam jelas di CCTV kantor desa,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa persoalan ini bukan sekadar konflik internal, melainkan berpotensi masuk ke ranah hukum apabila terbukti adanya unsur pidana maupun penyalahgunaan kewenangan.

Sumber yang sama menyebutkan, kasus tersebut sudah dibahas dalam forum musyawarah yang melibatkan pihak kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta warga. Namun hingga kini belum ada keputusan tegas maupun langkah terbuka kepada publik.

“Kami tidak memihak siapa pun. Kami hanya ingin persoalan ini diselesaikan sesuai aturan dan ada kejelasan,” katanya.

Di sisi lain, Ketua APDESI Kecamatan Leuwisari yang juga Kepala Desa Ciawang, Asep Rudi, mengaku telah turun langsung ke lokasi dan mengecek informasi yang beredar. Ia menyebut kejadian tersebut memang benar adanya dan kini tengah dikoordinasikan.

“Saya sudah melakukan peninjauan langsung dan berkomunikasi dengan pihak terkait. Ke depan akan dicari langkah penyelesaian agar persoalan ini tidak melebar,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat mempertanyakan lambannya sikap pihak berwenang. Warga meminta Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga aparat penegak hukum turun tangan agar kasus ini tidak berhenti di ruang mediasi semata.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Desa Linggawangi, BPD, Pemerintah Kecamatan Leuwisari, maupun Dinas PMD Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya meminta klarifikasi lanjutan dari seluruh pihak terkait. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *