Kab. Tasikmalaya, kabarhariininews.com – Pemerintah pusat resmi meluncurkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.
Di Kabupaten Tasikmalaya, peluncuran program nasional tersebut turut dikawal langsung oleh jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya melalui kegiatan Video Conference (Vicon) yang digelar di Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Mangunreja, Kecamatan Mangunreja.
Peresmian nasional dipusatkan di Kabupaten Nganjuk dan dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto sebagai bagian dari program prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis desa dan kelurahan.
Program KDKMP sendiri lahir dari sinergi lintas kementerian dan lembaga yang sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pemerintah menargetkan koperasi ini menjadi pusat distribusi ekonomi rakyat yang mampu memangkas rantai pasok sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Secara nasional, pembangunan KDKMP menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 7.200 unit koperasi dilaporkan telah rampung dibangun. Dari jumlah tersebut, 1.000 unit ditetapkan sebagai angkatan pertama atau wave 1 yang mulai beroperasi serentak, termasuk KDKMP Desa Mangunreja di Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, sekitar 25 ribu unit lainnya masih dalam tahap pembangunan intensif dengan target total 30 ribu koperasi desa dan kelurahan selesai pada Agustus 2026 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Invan Ibrahim menegaskan, koperasi yang dibangun bukan sekadar proyek fisik, tetapi dipersiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Fasilitasnya sudah sangat siap, mulai dari gedung utama, gudang penyimpanan, gerai usaha hingga perlengkapan operasional. Koperasi ini bisa langsung digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat sejak hari pertama,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan koperasi juga dirancang multifungsi sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi koperasi desa.
Dukungan penuh terhadap program tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 17 titik lahan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
“Sebanyak 10 titik saat ini sudah masuk tahap pembangunan,” katanya.
Asep menilai, program strategis nasional seperti KDKMP dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya disebut meningkat hingga mencapai 5,3 persen.
Ia menegaskan, koperasi tersebut nantinya sepenuhnya menjadi milik masyarakat dan anggota koperasi, bukan milik pemerintah. Kehadiran KDKMP diharapkan menjadi solusi konkret dalam memperkuat ekonomi akar rumput sekaligus mempermudah distribusi kebutuhan pokok masyarakat desa.
Peluncuran KDKMP di Tasikmalaya juga memiliki makna historis tersendiri. Pasalnya, Kongres Koperasi Indonesia pertama digelar di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947. Dari kongres tersebut lahir Hari Koperasi Indonesia sekaligus organisasi koperasi nasional pertama bernama SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia).
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya saat ini juga tengah memberi perhatian khusus terhadap keberadaan Tugu Koperasi sebagai simbol sejarah lahirnya gerakan koperasi nasional. Bahkan, terdapat rencana penguatan status tugu tersebut menjadi cagar budaya nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah koperasi Indonesia. (Saeful)













