“Cing Eling”, Spirit Sederhana yang Menguatkan Pertemuan Persit Kodim 0612/TSM Penuh Makna dan Refleksi

Kota Tasikmalaya, kabarhariininews.com — Sebuah kalimat sederhana namun sarat makna, “Cing eling…”, menjadi benang merah dalam Pertemuan Gabungan Persit Kartika Chandra Kirana Jajaran Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya Koorcab Rem 062 PD III/Siliwangi, yang digelar pada Jumat (24/4/2026).

Lebih dari sekadar agenda rutin organisasi, kegiatan ini menjelma menjadi ruang refleksi dan penguatan batin bagi para istri prajurit. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, ratusan anggota Persit dari berbagai jajaran, mulai staf Kodim hingga Koramil, hadir dan larut dalam momen yang sarat nilai kebersamaan dan kekuatan perempuan.

Kegiatan diawali dengan nuansa berbeda melalui pameran sekaligus penjualan produk UMKM karya anggota Persit. Produk-produk tersebut tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga menjadi simbol kemandirian ekonomi dan semangat berkarya di lingkungan Persit.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pembina Persit sekaligus Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., bersama Ketua Persit Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim, S.Sos. Kehadiran keduanya memberikan energi positif yang membumi dan inspiratif. Turut hadir Wakil Ketua Ny. Ai Wawan MN, Kasdim Mayor Czi Wawan MN, serta Pasipers Kapten Inf Sulaeman.

Rangkaian acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Persit yang menggema penuh semangat. Namun, inti kegiatan terasa saat pengarahan dari Pembina Persit.

Dalam penyampaiannya yang sederhana namun menyentuh, beliau mengajak seluruh anggota untuk memaknai hidup lebih dalam, tidak hanya menghitung hari tetapi juga menghitung nilai kehidupan. Ia menekankan pentingnya mengingat akhirat, menumbuhkan rasa syukur, serta menjaga optimisme dalam menjalani peran sebagai istri dan ibu.

Pesan-pesan yang disampaikan menjadi bekal hidup yang kuat, mulai dari pentingnya mencari rezeki halal, menjaga prasangka baik (husnudzon), hingga tetap fokus pada tujuan hidup. Salah satu kalimat reflektif yang menguatkan suasana adalah, “Benar belum tentu baik, dan baik belum tentu benar,” yang mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam bersikap.

Selain itu, anggota juga diingatkan untuk menjaga nama baik suami dan satuan, tetap rendah hati, serta menjadikan doa sebagai kekuatan utama dalam kehidupan.

Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan oleh Ketua Persit Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh anggota untuk kembali memahami jati diri melalui nilai-nilai Suluh Persit, seperti suci, setia, ikhlas, bijaksana, hingga bertanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya etika dalam berorganisasi, seperti membangun kebiasaan sederhana berupa senyum dan sapa, serta menjaga hubungan sosial yang harmonis. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan keluarga yang kuat dan sehat.

Di tengah perkembangan era digital, anggota Persit juga diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial, memanfaatkan peluang usaha secara positif, serta menjauhi hal-hal negatif seperti pinjaman online ilegal dan judi online.

Di momen tersebut, kembali terdengar kalimat yang menjadi ruh kegiatan, “Cing eling… cing eling…”, sebagai pengingat untuk selalu sadar, waspada, dan tidak terlena oleh keadaan.

Menjelang akhir kegiatan, sebuah pertanyaan sederhana namun menggugah dilontarkan kepada seluruh peserta, “Sudahkah ibu-ibu bersyukur hari ini?” Pertanyaan ini menjadi refleksi mendalam bahwa kekuatan seorang perempuan terletak pada cara ia memaknai hidup.

Kegiatan semakin semarak dengan adanya sosialisasi dari Pegadaian, Bank BWS, dan Amitra Travel yang memberikan wawasan baru terkait peluang ekonomi dan usaha. Selain itu, kreativitas anggota juga ditampilkan melalui berbagai kerajinan tangan, hiburan, hingga pembagian doorprize dan cinderamata.

Acara kemudian ditutup dengan Mars Persit dan doa bersama, mengikat seluruh rangkaian dalam satu semangat kebersamaan dan harapan.

Hari itu, “Cing eling” bukan sekadar ungkapan. Ia menjelma menjadi energi kolektif yang mengingatkan bahwa di balik setiap langkah, ada nilai yang harus dijaga, keluarga yang harus diperjuangkan, serta doa yang tak boleh terlewatkan. (Ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *