Ragam  

Diduga Abaikan Simbol Negara, SMKN 1 Kota Banjar Disorot Karena Tidak Kibarkan Merah Putih di Hari Aktif Sekolah

Kota Banjar, kabarhariininews.com — Dugaan tidak dikibarkannya Bendera Merah Putih di lingkungan SMKN 1 Kota Banjar pada hari aktif sekolah menuai sorotan publik dan memicu pertanyaan serius terkait kedisiplinan serta rasa nasionalisme di lingkungan pendidikan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah bendera kebangsaan yang seharusnya berkibar di area sekolah justru tidak terlihat terpasang saat aktivitas belajar mengajar berlangsung. Kondisi itu dinilai mencederai semangat penghormatan terhadap simbol negara, terlebih sekolah merupakan institusi pendidikan yang memiliki tanggung jawab moral dalam menanamkan nilai cinta tanah air kepada generasi muda.

Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan pemerintah, sekolah seharusnya menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan dan kepatuhan terhadap aturan negara. Tidak dikibarkannya Bendera Merah Putih pada hari kerja dianggap bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut penghormatan terhadap identitas dan simbol negara.

Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi di lingkungan sekolah negeri yang semestinya menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter disiplin, patriotisme, dan nasionalisme siswa.

“Ini bukan persoalan sepele. Bendera Merah Putih adalah simbol negara yang wajib dihormati. Kalau di sekolah saja tidak dikibarkan saat hari aktif, lalu bagaimana pendidikan nasionalisme kepada siswa bisa berjalan maksimal,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan juga mengarah pada lemahnya pengawasan internal sekolah terhadap hal-hal mendasar yang berkaitan dengan aturan kenegaraan. Pasalnya, pengibaran Bendera Merah Putih telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan dan menjadi kewajiban di lingkungan instansi pemerintah maupun lembaga pendidikan.

Kondisi tersebut memunculkan desakan agar Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat segera turun tangan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Beberapa kalangan menilai, jika persoalan simbol negara saja diabaikan, maka dikhawatirkan dapat memberikan contoh buruk bagi para pelajar. Padahal, sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah tantangan lunturnya rasa nasionalisme di era modern.

Selain meminta adanya klarifikasi dari pihak sekolah, masyarakat juga berharap seluruh lembaga pendidikan lebih serius menjaga marwah dunia pendidikan dengan menghormati simbol-simbol negara secara konsisten, bukan hanya saat momentum upacara atau peringatan tertentu.

Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama bahwa penanaman nilai kebangsaan harus dimulai dari hal-hal sederhana namun mendasar, termasuk menjaga penghormatan terhadap Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kedaulatan bangsa Indonesia. (Gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *