Kab. Tasikmalaya, kabarhariininews.com— Perubahan cuaca yang ditandai suhu panas pada siang hari dan udara lebih dingin pada malam hari mulai menjadi perhatian warga di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, terutama kelompok rentan seperti lansia, balita, dan warga yang memiliki gangguan kesehatan.
Berdasarkan laporan cuaca di Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Rabu (15/10/2026), suhu udara pada siang hari tercatat sekitar 31 derajat Celsius dengan suhu yang dirasakan mencapai 35 derajat Celsius. Indeks ultraviolet (UV) dilaporkan berada pada level 11 atau ekstrem, sementara indeks kualitas udara (AQI) mencapai 106 yang termasuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Pada malam hari, suhu diperkirakan turun ke kisaran 22–23 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Perbedaan kondisi tersebut membuat masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas sehari-hari serta menjaga kebugaran tubuh.
Fenomena El Niño turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pola curah hujan dan meningkatkan risiko kondisi kering serta suhu panas di sejumlah wilayah. Meski demikian, kondisi cuaca dan status El Niño perlu merujuk pada informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Perubahan Cuaca dan Keluhan Kesehatan Warga
Sejumlah keluhan kesehatan yang perlu diwaspadai di tengah perubahan cuaca antara lain batuk, pilek, demam, gangguan pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta gangguan lambung.
Keluhan gangguan lambung dapat berupa nyeri atau perih di ulu hati, perut kembung, mual, dan berkurangnya nafsu makan. Sementara itu, tubuh terasa lemas, pegal-pegal, pusing, dan mudah lelah juga dapat dialami ketika kondisi tubuh tidak terjaga dengan baik.
Namun, keluhan tersebut tidak serta-merta disebabkan oleh perubahan cuaca. Gangguan lambung maupun ISPA memiliki berbagai faktor pemicu sehingga pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala menetap atau semakin berat.
Paparan udara panas juga berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, sedangkan debu dan kualitas udara yang buruk dapat memperburuk keluhan pernapasan, terutama pada orang yang sensitif terhadap polusi.
Sejumlah Wilayah Perlu Meningkatkan Kewaspadaan
Wilayah yang menjadi perhatian dalam laporan ini meliputi sejumlah kawasan di Kota Tasikmalaya, seperti Cihideung, Tawang, dan Mangkubumi. Di Kabupaten Tasikmalaya, kawasan selatan seperti Cipatujah, Karangnunggal, dan Bantarkalong, serta wilayah Salawu, Puspahiang, dan Taraju, juga perlu memperhatikan perkembangan kondisi cuaca setempat.
Masyarakat diimbau untuk memantau prakiraan cuaca dan kualitas udara terkini melalui kanal resmi BMKG serta mengurangi paparan debu apabila kondisi lingkungan memburuk.
Enam Langkah Menjaga Kesehatan
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas, debu, dan perubahan suhu, masyarakat disarankan melakukan sejumlah langkah berikut:
1. Batasi aktivitas di bawah terik matahari.** Hindari paparan langsung pada jam-jam dengan intensitas UV tinggi, khususnya sekitar pukul 10.00–13.00 WIB. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti topi, pakaian yang sesuai, dan tabir surya.
2. Jaga kebersihan udara di dalam rumah.** Tutup jendela ketika debu masuk atau kualitas udara di luar memburuk, serta pastikan ventilasi tetap memadai saat kondisi memungkinkan.
3. Cukupi kebutuhan cairan.** Minum air putih secara teratur, terutama ketika beraktivitas di tengah cuaca panas.
4. Pertahankan pola makan dan istirahat.** Hindari terlambat makan jika memiliki keluhan lambung dan batasi makanan atau minuman yang diketahui memicu gejala.
5. Gunakan masker saat diperlukan.** Masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel debu ketika berada di pasar, tempat ibadah, atau lokasi dengan kualitas udara kurang baik.
6. Segera periksa jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.** Warga dapat mendatangi Puskesmas Mangunreja atau fasilitas kesehatan terdekat jika keluhan tidak membaik. Segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau tanda dehidrasi berat.
Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Kondisi Tubuh
Perubahan cuaca merupakan salah satu kondisi lingkungan yang perlu diantisipasi bersama. Namun, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan menghindari udara dingin atau panas. Pola makan teratur, istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan juga berperan penting.
Masyarakat diharapkan tetap waspada tanpa perlu panik, sekaligus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.
Cuaca boleh berubah, tetapi kewaspadaan dan kepedulian terhadap kesehatan harus tetap dijaga. (Saepul/Yusep)













