Kab. Tasikmalaya, kabarhariininews.com — Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil masuk dalam jajaran 25 Desa Terbaik Program Desa BRILiaN. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Desa Dawagung sekaligus seluruh masyarakat, karena dinilai sebagai buah dari kerja keras, inovasi, gotong royong, dan kolaborasi berbagai elemen desa.
Kepala Desa Dawagung, Trio Wibowo Budi, menegaskan bahwa masuknya Desa Dawagung dalam 25 besar bukanlah garis akhir, melainkan menjadi titik awal untuk melangkah menuju kompetisi di tingkat nasional.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pemerintah desa, lembaga desa, pelaku UMKM, pemuda, kader, tokoh masyarakat hingga seluruh warga.
“Pencapaian ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh. Nominasi 25 besar menjadi bukti bahwa kerja keras, inovasi, gotong royong, serta kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat mulai menunjukkan hasil yang nyata,” ujar Trio Wibowo Budi, Sabtu (8/8/2026).
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi energi positif untuk terus mendorong masyarakat Desa Dawagung melahirkan gagasan dan inovasi baru. Menurutnya, kemajuan desa tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Kita ingin momentum ini menjadi energi positif bagi seluruh unsur masyarakat. Perangkat desa, lembaga desa, pelaku UMKM, pemuda, kader, tokoh masyarakat dan seluruh warga harus terus berkontribusi menghadirkan gagasan serta karya terbaik bagi kemajuan Dawagung,” katanya.
Trio mengakui, perjalanan menuju kompetisi tingkat nasional bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kekompakan, konsistensi, inovasi yang berkelanjutan serta dukungan penuh dari masyarakat.
“Kami percaya bahwa dengan kebersamaan, semangat pantang menyerah, inovasi yang berkelanjutan, serta dukungan seluruh masyarakat, Desa Dawagung mampu memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, Pemerintah Desa Dawagung ingin menjadikan Program Desa BRILiaN sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Trio menegaskan, penghargaan bukan menjadi tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap inovasi dan program yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong Desa Dawagung menjadi desa yang semakin mandiri dan berdaya saing.
“Kami tidak hanya ingin mengejar sebuah penghargaan. Lebih dari itu, kami ingin menjadikan Desa Dawagung sebagai desa yang mandiri, inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya,” ungkapnya.
Ia menyebut posisi 25 besar merupakan sebuah kebanggaan yang patut disyukuri. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana Dawagung mampu mempertahankan semangat tersebut dan memberikan penampilan terbaik dalam tahapan selanjutnya.
“25 besar adalah kebanggaan. Menuju nasional adalah perjuangan. Menjadi juara adalah impian. Tetapi membangun Desa Dawagung agar semakin maju dan sejahtera adalah tujuan utama kita bersama,” tuturnya.
Trio pun mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memperkuat persatuan, menjaga kekompakan dan tidak berhenti melahirkan inovasi.
“Mari kita rapatkan barisan, satukan langkah, dan terus berkarya,” ajaknya.
Dengan semangat “Dawagung Manis, Mandiri, Amanah, Netral, Inovatif, dan Sejahtera”, Pemerintah Desa Dawagung optimistis mampu terus memberikan kontribusi terbaik dan membawa nama Desa Dawagung ke panggung yang lebih luas. Dari Dawagung untuk Indonesia. Dawagung siap melangkah menuju panggung nasional. (Yusep/Saeful)













